Berkunjung ke Semarang, Ini 7 Makanan Khas yang Wajib Anda Coba - tribe2k-online

Breaking

Post Top Ad

ads

Sabtu, 09 Februari 2019

Berkunjung ke Semarang, Ini 7 Makanan Khas yang Wajib Anda Coba


Jika berkunjung ke Semarang, maka tidak boleh melewatkan berbagai makanan khas yang populer di kota tersebut. Dengan mencicipi beberapa jenis makanan khas Semarang, kita akan mengalami petualangan rasa dari makanan yang tercipta dari perpaduan berbagai budaya. Rasa dari kuliner khas Semarang yang terkenal itu berasal dari resep legendaris yang sudah diwariskan secara turun-temurun.

Berikut beberapa makanan khas Semarang yang wajib dicoba. Beberapa di antaranya bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

1. Lumpia

Lumpia adalah makanan khas Semarang hasil karya pasangan keturunan Tionghoa dan Jawa Tjoa Thay Yoe dan Wasih. Keduanya membuat lembaran kulit tipis dari terigu dan air, diisi dengan adonan rebung, dilipat dan digulung menjadi bulat panjang. Lumpia bisa dinikmati begitu saja atau digoreng kering. Untuk menambah rasa, Anda bisa menyantap lumpia dengan saus kental dari tepung kanji, gula merah dan bawang, serta acar mentimun, dan cabai rawit hijau.

Beberapa toko penjual lumpia yang terkenal di Semarang antara lain Lumpia Gang Lombok, Lumpia Mataram, Lumpia Mbak Lien, Lumpia Pak Sastro, dan Lumpia Delight. Harga satu buah lumpia sekitar Rp 15 ribu.


2. Bandeng Presto


Ide mengolah bandeng tulang lunak awalnya muncul dari Bu Hannah pada tahun 1977. Ia mencoba mengolah ikan bandeng dengan panci pressure cooker agar bisa dimakan tanpa perlu terganggu duri. Hasil percobaan Bu Hannah ternyata disukai banyak orang. Ia pun mematenka merek Bandeng Presto.

Kini, bandeng presto telah menjadi makanan khas Semarang, yang bisa dibeli untuk oleh-oleh juga. Anda bisa berburu Bandeng Bonafide, Bandeng Juwana atau Bandeng Djoe di Jalan Padanaran, Semarang. Harga bandeng presto berkisar antara Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu.


3. Tahu Gimbal

Tahu gimbal adalah makanan khas Semarang yang merupakan perpaduan antara tahu dan bakwan udang. Gimbal sendiri adalah sebutan orang Semarang untuk udang. Tahu goreng dna bakwan udang itu disajikan bersama irisan kembang kol, lontong, telur, kubis dan disiram saus kacang yang menggunakan petis udang.

Jika ingin mencicipi tahu gimbal di Semarang, Anda bisa mendatangi warung Tahu Gimbal Pak Edi di Jalan Menteri Supeno, atau Tahu Gimbal Lumayan atau Pak Man di Jalan Plampitan. Satu porsi tahu gimbal dibanderol sekitar Rp 15 ribu.


4. Tahu Pong

Tahu pong adalah makanan khas Semarang yang sudah disajikan sejak zaman sebelum kemerdekaan. Kata “pong” berasal dari “kopong” yang berarti kosong atau tanpa isi. Tahu pong memang tidak padat dan tanpa isian. Tahu pong bisa dinikmati bersama tahu emplek, telur, gimbal udang, dan siraman kuah petis udang.

Kedai yang menjual tahu pong khas Semarang antara lain Tahu Pong Gajah Mada di Jalan gajah Mada dan Tahu Pong Karangsaru di Jalan Pringgading Raya.


5. Mi Kopyok

Nama mi kopyok diambil dari proses pembuatan mi yang di-kopyok-kopyok atau dicelupkan ke air mendidih secara berulang. Mi yang di-kopyok sebenarnya sudah matang, tetapi ingin dibuat lebih lembek. Mi lembek ini  kemudian disajikan bersama potongan lontong, irisan tahu pong, tauge, irisan daun seledri, bawang goreng, dan kerupuk gendar. Terakhir, mi kopyok disiram kuah kaldu rempah.

Jika ingin mencoba mi kopyok, Anda bisa mendatangi tempat makan yang paling direkomendasikan banyak orang: Mi Kopyok Pak Dhuwur. Lokasinya terletak di Jalan Tanjung No.18A, Pandansari, Semarang. Harga satu porsi mi kopyok yaitu Rp 12 ribu.

6. Pisang Plenet
Jika ingin mengudap makanan manis khas Semarang, cobalah pisang plenet. Pisang plenet adalah  pisang kepok yang dipipihkan, dibakar, kemudian diberi aneka rasa seperti nanas, cokelat, gula halus, dan mentega. Menurut sejarah, pisang plenet pertama kali dipopulerkan oleh Javar sejak tahun 1952.

Lapak pisang plenet milik keturunan keluarga Javar terletak di Jalan Pemuda. Satu porsi pisang plenet dijual dengan harga Rp 10 ribu saja.

7. Wingko Babat

Konon, wingko babat yang populer di Semarang, sebenarnya berasal dari Kecamatan Babat,  Lamongan, Jawa Timur. Camilan ini dibuat dari tepung ketan yang dicampur kelapa muda parut. Adonan tersebut kemudian ditambah dengan gula pasir, telur dan margarin. Racikan tersebut menghasilkan rasa wingko yang gurih, legit, dan manis.

Wingko babat yang terkenal dari Semarang antara lain Wngko Babad cap kereta Api, Wingko Babat Dyriana, dan Wingko Babat cap Tiga Kelapa Muda.

Makanan khas Semarang yang lezat ini membuat kita selalu ingin kembali ke kota tersebut dan mencobanya lagi. Jadi, jika Anda berkunjung ke kota Semarang untuk urusan bisnis atau liburan, jangan lewatkan kesempatan untuk wisata kuliner.




Qerja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ads